n


Selasa, 24 Januari 2012

Teman adalah?

Pernah mungkin ada anggapan diantara kita ini, bahwa teman adalah segala-galanya, manusia ini diciptakan sebagai mahkluk sosial dimana, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain (pelajaran SD dulu). Tapi demikian kah? Apakah sekelompok orang yang kita sebut dengan teman itu sebaik itu sehingga rela dengan segenap jiwa dan raganya merelakan waktunya yang begitu berharga untuk membantu kita disaat kita terpuruk, jatuh tak berdaya dan teman itu selalu ada disaat kita sedih. Adakah teman sejati yang seperti itu? ya mungkin ada lah, satu dua dari sekian juta mahkluk di dunia ini. Tapi mungkin anda bisa saja berubah anggapan menjadi anti-teman, setelah membaca catatan dari seseorang berikut.
Catatan ini saya dapat dari blog salah satu cewe, beberapa bulan yang lalu, sudah lama sih, tapi masih menarik sekali untuk dibaca, dan mungkin bisa menjadi renungan untuk kita. :)

banyak orang berkata bahwa teman ada selalu ada untuk kita, dia selalu menghibur kita dan selalu disamping kita saat kita bersedih dan susah.tapi kenyataan berkata lain, bahwa teman kadang hanya mengandalkan kita dan memanfaatkan kita sebagai barang yang sesudah dipakai kemudian dibuang~
kadang kita bersedih karena kehilangan SAHABAT atau teman terdekat, tapi mereka? mungkin bersuka ria atas perpisahaan ini. apa pernah kita berpikir bahwa teman itu bisa menjadi musuh dibalik selimut? yang paling berbahaya atas keselamatan kita?
dulu aku berfikir tidak semua teman begitu adanya,tapi kenyataan hari ini membuat aku mengerti bahwa teman hanyalah manusia yang memakai suatu barang, dan ketika sudah rusak kemudian dibuang begitu saja di pembuangan sampah!!! seperti layaknya SAHABAT dan PACAR~ semua itu sama saja dan tak ada bedanya, jadi untuk apa mengandalkan seorang teman. apakah kita memasuki sekolah baru, kita langsung mendapatkan teman? atau kita langsung mengenal semua yang ada disekolah itu? TIDAK! pasti semua butuh proses, dan kali ini aku tidak membutuhkan semuanya. karena terbukti yaa teman-teman ku hanyalah mengandalkan aku. kalo mereka menyontek dan aku memberikan jawabannya lalu mereka mendapatkan nilai yang bagus apakah itu suatu keuntungan untuk kita? sedangkan kita mendapatkan nilai yang tidak memuaskan. sungguh itu adalah rasa menyesal yang LUAR BIASA yang akan dirasakan tiap orang.... dan aku merasakan itu skrg
ketika aku tidak memasuki sekolah, semua pengurus kelas diubah ..... dan aku tidak tahu, apakah ada yang memberitahu aku? TIDAAAAAAAK
karena apa? karena aku tidak diperdulikan, lebih baik skrg aku fokus terhadap dunia dan pelajaran ku tanpa memperdulikan mereka. apa gunanya? toh aku yang berbuat dan tidak menguntungkan mereka, mereka berbuat toh tidak pernah menguntungkan aku. HAHA aku bersedih tapi aku pun kadang berbahagia :''')

Berbeda yah, untuk kesimpulannya itu terserah anda, mau pro atau kontra itu hak anda.. Tapi alangkah baiknya jika jalinan silaturahim itu tidak terputus. Dalam Al-Qur'an pun cukup jelas dijabarkan bahwa silaturahmi merupakan perintah kedua setelah perintah taqwa,

“Wat taqullâhal ladzîna tasâalûna bihî wal arhâm. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling memohon dan peliharalah silaturahim.” (QS. An-Nisa 1).

Beberapa ayat lain, misalnya QS. Al-Hujurat 10:
“Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah pertentangan di antara kamu dan bertaqwalah kepada Allah.
Saya jadi teringat sebuah hadist Nabi SAW yang berbunyi: ‘Barangsiapa yang senang jika dilapangkan rizkinya atau diakhirkan ajalnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi’ (HR. Muslim dan HR Bukhari). Ya mungkin itu bisa menjadi tambahan ilmu bagi kita dan semoga saja banyak hikmah serta manfaat yang dapat kita ambil sebagai pelajaran untuk hidup. Terima kasih. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar