n


Rabu, 25 Januari 2012

Sepucuk Surat dari Ayah dan Ibu (catatan mahasiswa)

Mengingat kejadian2 yang telah berlalu memang selalu menjadikan stimulus tersendiri bagi kita, yang akibatnya timbul suatu respon dan berbagai emosi, seperti senang, bahagia, haru dan sedih. Hal ini pula yang pernah saya rasakan ketika itu sekitar bulan apa yah, lupa tahun 2011 yang lalu pokoknya waktu itu saya dan HIMA PGSD 2011, sedang sibuk2nya mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru yaitu ORMABA sehingga yang sebenarnya itu waktunya liburan semester, tapi kami sudah harus di kampus duluan buat rapat2 dan sebagainya. Kami sibuk dengan urusan kami masing-masing dengan tugas yang diberikan ketua panitia pada saat itu. Dan sepertinya dari semuanya tugas yang diberikan, tugas saya yang paling ngga penting (wkwkwk), beneran tugas saya cuman disuruh buat yel2, jargon ORMABA berikut gerakannya, itu pun saya males buat bikin gerakan trus saya suruh si Aini (temen cewe ane). Okelah gampang, gag perlu tapa di pinggir sungai, di tengahh sungai ataupun di dalam sungai, dalam waktu beberapa menit jadi. Siap, saya presentasikan pas rapat dan pada setuju (yeee!^^). Yel2nya saya buat meng-cover dari lagu ABG Tua saya ubah judulnya jadi ABG hampir tua *ABG=Anak Baru pGsd* hhehee.. bukan becanda. Lanjut, otomatis tugas saya abis donk, saya girang, ehh.. dikasih tugas lagi saya, lagi2 ngga penting tuh tugas (   '3'). Saya dikasih banyak video trus disuruh nyeleksi video mana yang cocok buat ditampilin pas PLK(Pengenalan Lingkungan Kampus) bagian dari kegiatan ORMABA. Disitu banyak banget videonya renungan, motivasi, profil unnes, tragedi 98 dan banyak lagi. Saya liatin satu2 tuh, sampe pegel ni mata. Sampai saya melihat satu video ini, Subhanallah.. tak terasa waktu ngliatnya air mata saya netes. Video ini berjudul "Sepucuk surat dari Ayah dan Ibu". Berikut ini saya tuliskan kata2 yang ada dalam video tersebut.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Anakku,

Ketika aku semakin tua
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku

Suatu ketika aku memecahkan piring..
atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang
Aku harap kamu tidak memarahiku

Orang tua itu sensitif
.. selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk
dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
Aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya

Maaf, Anakku

... Aku semakin tua
Ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun

Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan

Aku mohon, jangan bosan dengan ku
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
Aku harap kamu terus mendengarkan aku

Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?

Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan

... Maafkan juga bauku
Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi..
Tubuhku lemah..

Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin
Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu..
Karena Kamu tidak ingin mandi

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel

Ini semua bagian dari menjadi tua,
kamu akan mengerti ketika kamu tua

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara
Bahkan untuk beberapa menit

Aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seseorang pun untuk di ajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?

Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika Saatnya tiba..
dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku

Maaf
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan

Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama

Ketika waktu kematian ku datang
Aku harap kamu memegang tanganku
dan memberikanku kekuaran untuk menghadapi kematian

Janganlah sedih pada saat itu anakku
Kematian bukan hal yang menyakitkan
Dan kamu belum tahu rasa kematian seperti apa

Jika setelah itu kamu membuka lemari
Dan menemui bekas baju-bajuku..
Simpanlah..

Karna aku ingin kamu terus mengingatku..

Dan jangan khawatir..
Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik padaNya
untuk selalu memberikan BERKAH padamu

Karna kamu mencintai,
Ibu dan Ayahmu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak
Kami Mencintai Mu

dengan kasih yang berlimpah,
Ibu dan Ayah

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Yah itu tadi, nangis saya terbesit mengingat wajah Ayah saya, Ibu saya, yang sedang di rumah, sedangkan saya disini, sudah 2 bulan lebih tidak pulang, pulang 3 hari harus balik lagi.. Subhanallah.. Ingin segera aku peluk mereka aku cium kaki mereka sebagai bentuk rasa cintaku pada mereka. Ya Allah Maha Besar Kau Ya Allah menciptakan dua mahkluk yang sangat berarti bagiku.. Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu.. Seketika aku ambil handphone ku aku telfon mereka, aku minta maaf, belum bisa membuat mereka bahagia, belum bisa menggoreskan senyum bangga di bibir mereka. Bertambah kencang denyut jantungku ketika ibu menjawab, "jadi apa kamu, jadi siapa kamu, jadi seburuk apapun kamu di dunia ini, kamu selamanya tetap anakku."
"Robbigfirli waliwalidaya warham huma kama Robbayani shoghiro"

Terima kasih, semoga bisa jadi renungan positif dan ada manfaat di dalamnya. ;)

6 komentar: