n


Kamis, 02 Februari 2012

Ayah ( Catatan Strawberry)

Terima kasih ya Allah, terima kasih Kau masih memberiku keluarga yang masih lengkap, walaupun kecil, sederhana, namun aku bahagia disini. Alhamdulillah. Sering aku kecewa, sering aku jengkel, sering pula aku marah padamu, mendiamkanmu ketika aku menginginkan sesuatu tapi tidak kau berikan. Aku merengek padahal umurku sudah lebih dari 10 tahun dan hampir 20 tahun. aku minta ini minta itu, tanpa memperdulikan kondisimu, minta hape 'Blackberry', 'Android', padahal aku sudah punya hape. Dengan alasan "teman-temanku hapenya 'Blackberry', 'Android' semua, nanti kalo aku masih pake hape jadul kayag gini mereka pasti ngucilin aku? Ayah tega, tega anakmu ini dihina temen2nya, trus dijauhin temen2nya?" Atagfirullah Malu aku, sudah tidak pantas bagiku melakukan hal seperti itu. Betapa bodohnya aku. Ayah maafkan aku.. maafkan aku ayah..

 : : : : : :: :: :: ::: : ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: : ::: :: :: :: : : : : :

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Suatu ketika tanpa sengaja, seorang gadis kecil melihat Ayahnya tengah mengusap-usap wajahnya sendiri yang nampak mulai keriput dengan badannya yang mulai sedikit bongkok, disertai dengan suara batuk yang begitu parau.

Gadis kecil itu lalu memberanikan diri untuk bertanya,

"Ayah... kenapa wajah Ayah kian hari kian keriput dengan badan yang kian membungkuk?"

Sang ayah yang sedang beristirahat di beranda rumah pun lalu menjawab singkat,

"Sebab Ayahmu ini laki-laki, Nak..."

Gadis kecil itu nampak bingung dan berguman dalam sendirinya,

"Saya ndak ngerti apa yang Ayah maksud...?"

Dengan kening berkerut, ia nampak termenung dalam kebingungannya. Namun Ayahnya hanya tersenyum sambil membelai rambut anaknya itu, lalu menepuk-nepuk pundaknya, kemudian berkata,

"Anakku, memang belum saatnya kamu mengerti banyak tentang lelaki..."

Demikianlah bisik sang Ayah, yang justru malah membuatnya semakin bingung.Karena perasaan ingin tahunya yang cukup besar, gadis kecil itu lalu menghampiri Ibunya dan bertanya,

"Ibu, kenapa wajah Ayah jadi keriput dan badannya kian hari kian membungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"

Ibunya pun menjawab,

"Anakku... jika seorang lelaki benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarganya, ya memang akan seperti itu nantinya..."

Hanya itu jawaban Ibunya. Gadis itupun semakin mengerutkan keningnya. Ia masih belum mengerti, apa maksud dari jawaban Ibunya tadi.

Hari pun berganti dan waktu kian berlalu... sekarang gadis kecil itu sudah besar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap masih bingung juga, mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang dulu tampan, sekarang jadi keriput dan badannya kian membungkuk?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi di satu tidurnya.

Dalam mimpinya itu seolah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali kata-katanya, yang ternyata itu adalah suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban atas kebingungannya selama ini.

"Saat Aku menciptakan seorang lelaki... Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi"

"Ku ciptakan untuknya bahu yang kuat dan berotot agar mampu membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya"

"Ku berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walau terkadang seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya"

"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram air hujan dan dihembus angin malam. Dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya. Dan yang selalu dia ingat adalah di saat semua anggota keluarga menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya"

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan, yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya, keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya"

"Ku berikan perasaan ulet dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, dalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara"

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya"

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi"

"Ku berikan keriput diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup dalam keluarga bahagia. Dan Ku jadikan badannya kian bongkok agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya"

"Ku berikan kepada lelaki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimilikinya, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan juga di akhirat nanti"

Tersentaklah gadis itu dan terbangun dari tidurnya. Segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh, setelah itu dia hampiri peraduan ayahnya. Ia dapati sang Ayah sedang bersujud dan barulah ketika ayahnya berdiri gadis itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"Ampuni anakmu ini Ayah...Sungguh aku bisa ikut merasakan betapa berat bebanmu selama ini...."

Jika saat ini Sang Ayah juga Ibu masih bisa menemani menjalani hidup ini, jangan pernah kalian sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya merasa tersanjung bahagia. Tapi bila Sang Ayah dan Ibu telah tiada, jangan putuskan tali silaturahmi yang telah dirintisnya, doakanlah agar Tuhan selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya, Amin."

Dia adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat dimata keluarga, bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal....~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

 : : : : : :: :: :: ::: : ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: : ::: :: :: :: : : : : :


Beruntunglah kita masih diberikan oleh Allah Ibu dan Ayah, yang senantiasa mendukung kita, walaupun tidak jarang kita selalu mangkir dari kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Ayah, sungguh besar pengorbananmu tidak pernah kau sampaikan kelelahanmu di depanku, tidak pernah kau jeritkan kesakitan yang kau rasakan di depan ku, tidak pernah kau mengeluh demi aku anakmu, kau rela menerima tamparan keras dunia demi melindungi aku anakmu. Maha Besar Allah menciptakan mahkluk kuat, tegar, teladan sepertimu. Allahu Akbar. Tidak ada alasan untukku meminta lebih darimu, karena ini lebih dari cukup. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mematuhimu. Maaf Ayah atas segala sikapku, tidak pernah menghargaimu atas segala pemberianmu yang bukan itungan materil saja tapi lebih dari itu. Engkau motivasiku aku kuliah disini. Terima kasih Ayah.. Terima kasih Ayah..Aku berjanji akan lebih baik.. Hukumlah aku jika aku salah, banyak tuntutan, tidak patuh.. Karena memang sudah lewat masanya bagiku untuk "menerima" sekarang saatnya bagiku untuk "memberi".. :)

Doa syukur nikmat kedua orang tua:

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
ROBBI AUZI'NII AN ASYKURO NI'MATAKALLATII AN'AMTA 'ALAYYA
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku
وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ
WA'ALAA WAALIDAYYA WA AN A'MALA SHOOLIHAN TARDLOOHU
dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridloi
وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
WA ADKHILNII BIRO_HMATIKA FII 'IBAADAKASH SHOOLI_HIIN
; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
(Q.S An-Naml juz;19 ayat;19 surat;27)


Terima kasih, semoga bisa menjadi renungan yang positif dan mempertebal rasa peka kita akan pengorbanan orang tua kita, Ayah dan Ibu.. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kita. Amin. :)
*catatan diambil dari: Strawberry -Arti lelaki bagi seorang Ayah

Andai Tiada Esok Lagi Untuk Kita (Catatan Strawberry)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Setiap kali bangun tidur dan membuka mata yang terucap adalah kalimah SyukurBahwa Allah masih mengizinkan kita kembali menatap fajar. Merasai hembusan bayu pagi yang menyusup celah jendela, dan menemui kembali apa yang semalam kita jumpai sebelum mata terpejam. Semuanya masih seperti sediakala,tidak ada yang berubah ...

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di bibir untuk meneruskan perjalanan kehidupan ..

Dengan bimbingan-Nya-lah kita ini tidak melangkah ke jalan yang salah. Tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang, tak menjamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak melakukan sia-sia.

Karena setiap waktu yang dilewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan diminta kesaksiannya atas diri kita....

Dan, seluruh indera kita ini akan diminta berbicara tentang apa-apa yang pernah tercipta ...

Hari ini, masih ada yang terus lalai. Masih ada juga lengah sehingga terus mencipta kesilapan. Walau segunung kuliah pernah didengar, mulut masih mengucap dusta, telinga tetap tak mampu membendung irama-irama lalai, dan masih saja ada perbuatan yang salah....

Sedangkan, paling kurang 5 kali sehari lidah mengucap, tangan ini ditengadah, dan mata menitikkan butir bening, sekaligus memohon perlindungan dari Allah, dijauhkan dari salah dan dosa. Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat...

Setiap hari menangis,setiap hari meminta keampunan, tetapi setiap hari juga berbuat salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata,menyusun kalimah doa, menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya - Jangan bertangguh lagi....

Karena, entah sedetik kemudian kita ini tak lagi sempat memohon keampunan-Nya.

Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu...Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesia-siaan yang nyata ..?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang, Padahal baru saja seharian ini kita berenang di lautan dosa,belum sempat menghapus noda hari ini, kemarin, sebulan yang lalu.

Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang malam terlelap?

Bagaimana jika pertemuan dan keriangan bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya buat kita...

Ketika esok harinya roh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad kita yang terbujur kaku berselimut putih....

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari timur ...?

Padahal hari ini kita langsung lupa menyebut nama-Nya...

Padahal hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat sahabat handai tolan, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti hatinya oleh lidah dan tindakan kita...

Sudah terlalu lama tak mencium tangan orang tua mencari restu mereka, walau tak terhitung salah diri.

Belum lagi sempat menderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan...

Dan jika memang esok tak pernah datang, sungguh malanglah diri kita ini,

benar-benar malang, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup, bila belum mendengar ungkapan maaf daripada orang-orang yang pernah kita zalimi,

bila belum sempat menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan silap yang tercipta...

Maka, saat pagi ini Allah masih mempeekenankan diri kita menikmati fajar, mulakan hari dengan kalimah, "Terima kasih, wahai Maha Pemurah".

"SEANDAINYA MANUSIA ITU TAHU TENTANG AIBNYA SENDIRINESCAYA TIDAK ADA ORANG YANG MAU MENCELA AIB ORANG LAIN"-Rabi' Bin Hutsam

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah setelah melihat dosa-dosa yang dilakukan orang lain. Tetapi sayangnya; mereka tidak merasa hal itu saat melihat dosa-dosayang dilakukan sendiri....

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,Siapa di antara kita yang kuat menahan malu,andai kita tahu senarai kesalahan, kederhakaan, kemaksiatan, dan pelanggaran yang telah kita lakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina tiada tara, jika kita mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah kita lakukan? Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat. Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,mari perbaharui taubat, mari perbanyakkan istigfar, dan mohon keampunan kepada Maha Pengampun....

Rasulullah S.A.W menggambarkan bahawa satu dosa itu seperti titik hitam di dalam hati.Semakin banyak titik hitam di dalam hati, maka hati boleh menjadi hitam legam -- Tidak lagi bercahaya. Cahaya tertutup oleh titik-titik hitam yang menjadikannya tidak mampu lagi memandang dan menimbang kebenaran.....

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,...Segeralah melepaskan diri dari perbuatan dosa,beristigfarlah, dan bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat, InsyaAllah hati kita akan cemerlang seperti semula. Tapi bila kita mengulangi perbuatan dosa, maka titik hitam itu akan bertambah hitam hingga meliputi seluruh hatinya.....

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,...

"KETAATAN IDENTIK DENGAN CAHAYA BATIN DAN KEKUATAN FISIK. KEBAIKAN ITU MEMBERI CAHAYA DALAM HATI, MELAHIRKAN KEKUATANBAGI TUBUH, SERTA MEMPENGARUHI REZEKI".- Hasan Al-Bashri -

"SESEORANG DIHALANGI REZEKINYA KARENA DOSA YANG IA LAKUKAN"- HR. Ibnu Majah -

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,....Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa :

"YA ALLAH, JADIKAN KEDUDUKAN BATINKU LEBIH BAIK DARIPADA KEDUDUKAN LAHIRKU. YA ALLAH, AKU BERLINDUNG PADA-MU DARI MENGANGGAP DIRIKU BESAR, TAPI ENGKAU MENGANGGAPKU KECIL ..

YA ALLAH, AKU BERLINDUNG DENGAN RIDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU, AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU".

Amin ....

Salam Terkasih ..Dari Seorang Sahabat Tuk Sahabat ....

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

: : : : : :: :: ::: : : :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: : : ::: :: : : : : :

Catatan yang saya dapat dari Strawberry, hufh.. Tidak ada banyak yang akan saya sampaikan semoga saja catatan ini memiliki banyak hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran, lebih memaknai hidup dan bermanfaat bagi kita, bisa membuka hati kita untuk menyerahkan hidup kita selalu pada Allah SWT.
Semoga bisa menjadi renungan yang positif yang membawa kebaikan bagi kita. :)

rabbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum faaamannaa Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman". (Q.S. Ali Imran: 193)

Minggu, 29 Januari 2012

Pelajaran yang menyedihkan (catatan Strawberry)

Sore hari, ngga ada kerjaan iseng-iseng saja fban, nyari-nyari sesuatu browsing sana browsing sini ehh, malah kebawa kemana-mana astagfirullah, iklan fb banyak yg menyesatkan.. wkwkwkwk.. Ok masih di fb, tibalah saya di halaman Strawberry dan disana ada catatan yang subhanallah mememiliki nilai yang berharga sekali untuk kita, langsung saja berikut ini catatan tersebut tanpa pengurangan dan penambahan apapun..


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.

”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.

Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.

Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: 

hufh (menghela nafas saya), beberapa hal yang dapat kita ambil dari catatan tersebut adalah bahwa memang seorang manusia memiliki sifat dasar yang tidak bisa dipungkiri lagi yaitu tidak pernah puas, untuk menggali-gali kenikmatan kesenangan kehidupan dunia, kesana-kemari dengan kekasih pujaan hati, pacaran, juga ambisi untuk lebih, lebih, lebih terus.. Bolehlah kita memiliki sifat demikian, namun janganlah lupa kita memiliki tanggung jawab yang lain, jangan sampai kita mengabaikan orang-orang terdekat kita, orang tua kita, untuk kita seorang mahasiswa mungkin kesuksesan dalam berprestasi, tidak mempermalukan orang tua, membuat mereka bangga, cumlaude ( itu lohh kebanyakan yang saya liat di profil fb anda, twitter anda, dan apalah itu) yang masih menjadi tanggung jawab kita. Amin kita do'akan bersama-sama semoga apa yang anda tulis diprofil itu dikabulkan Allah. Jadi, jangan sampai terjebak dengan itu kawan hati-hatilah dalam menjalankan sesuatu, jangan grusa-grusu. hush. Berpikirlah dulu kita sebelum berbuat, dipikir apa akibatnya, apa resikonya, sekali-kali jangan terlena dengan kesibukan dengan kenikmatan.
Jangan sampai kisahnya seperti catatan di atas. Nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan hanyalah penyesalan. Pelajaran yang menyedihkan.

.. MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN ..

rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha/naa...  
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. (Q.S. Al Baqarah : 286)

rabbanaaghfir lanaa dzunuubanaa wa-israafanaa fii amrinaa watsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alaal qawmil kaafiriin...
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Q.S. Ali Imran : 147)


Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya. Semoga bisa jadi renungan yang positif. :)
*catatan diambil dari Strawberry

Jumat, 27 Januari 2012

Mau kemana Anda nanti? (Lupakan Galau Yudisium)

“It doesn’t matter where you’re coming from, all that matters is where you’re going”
Saya dapat kata-kata itu ketika saya sedang cari2 tugas Pendidikan Pancasila biasalah Pak Harmanto (baca: dosen professional) nyuruh nyari artikel, trus disimpulkan. Waktu itu saya tulis keyword apa ehh yang keluar malah aneh.. aneh dan itu salah satunya, saya masuk di laman yg ada tulisannya itu, saya copy dah, buat bikin status.. hhehee.. yang ngelike lumayan.. hhehee..

Waktu itu cuman iseng sih, asal ngopi aja, tapi kok setelah saya baca saya tentang masa lalu saya. Intinya, orang yang mengirim e-mail tersebut merasa terhambat untuk menjalani kehidupan saat ini karena mereka dihantui oleh masa lalu mereka yang buruk.

Mungkin Anda juga pernah mengalaminya.

Mungkin Anda dahulu pernah melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda sangat malu di depan umum, melakukan suatu hal yang “terlarang”, dan masa lalu lain yang mengganggu dan menghantui Anda, sampai-sampai Anda tak bisa melakukan apa yang harus Anda lakukan di saat sekarang. 
Baru tadi pagi ada teman saya namanya sebut saja A.L.A.F (hehee..:v) sms saya, senbenernya dah tadi malem sih smsnya, cuman emang saya tidur agak cepet kemarin, kecapean, jadi balesnya baru tadi pagi, kira-kira kurang lebihnya ginilah, percakapan sms kami:

A.L.A.F  : IPmu berapa bang ?
ane          : 3,52 amu berapa?
A.L.A.F  : 3,45:(

ane          : menurun?
:(
A.L.A.F  : Ia. Uda gtu jarang brgkt lg:-D
ane          : kebanyakan galau..-_-
A.L.A.F  : Bener bgt mas bang yo. Nyesel w
:(
Oke, itu tadi percakapan saya ama si A.L.A.F, sengaja ngga saya bales dan postingan ini lah balasan sms buat lu hee A.L.A.F dengerin. Dari percakapan sms tadi ada yang saya bold itu “Nyesel w:(”. Penyesalan itu emang datangnya terlambat dan disebabkan oleh masalalu ehmm ya mungkin sedikit ngga mengenakan lah.. Dalam situasi yang dialami oleh temen saya tadi, mungkin kata-kata bijak tadi bisa diterapkan.

Kata-kata bijak tadi bisa diterapkan dalam situasi seperti ini.

Tak masalah apa masa lalu Anda, apa yang penting adalah mau ke mana Anda sekarang. Masa lalu sudah lewat, dan tak akan bisa terulang lagi. Sekarang adalah saat bagi Anda untuk melangkah ke depan, menuju ke mana Anda akan pergi.

Khawatir akan masa lalu hanya akan menghambat diri kita sendiri. Begitu juga dengan khawatir akan masa depan. Apa yang perlu Anda khawatirkan sebenarnya bukan masa lalu atau masa depan, tapi hari ini.

Saya tidak ingin mengatakan bahwa kita harus khawatir...lho.

Maksudnya, apa yang perlu kita fokuskan adalah hari ini, bukan masa lalu ataupun masa depan. Sebab
“Berpikir Benar, Berpikir Positif”, masa lalu sudah berlalu, dan masa depan belum datang. Kita hanya punya saat ini, “the present” atau hadiah dari Allah SWT.
Jadi buat teman saya A.L.A.F, sudahlah tidak usah bergalau-galau lagi dengan IPmu, atau dengan masalalu cintamu yang kelam (welehweleh?), sekedar info saja si A.L.A.F ini sering ngga masuk kuliah gara2 galau, patah hati, makin hati, sakit hati, hati-hati(?) dan akhirnya IP turun deh. Sudahlah lupakan, saja ayo bergerak! Hafh Hufh Hafh Hufh.. >o<

Selain masa lalu, masalah kekurangan dan keterbatasan juga bisa diterapkan untuk kata-kata bijak tadi.

Ada banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkan cita-cita mereka. Apakah karena latar belakang yang berasal dari keluarga kurang mampu, kekurangan dan keterbatasan fisik, karena lahir di negara miskin, dan lain-lain.

Pada dasarnya, Allah memberi semacam ujian pada semua ciptaannya. Ada yang diuji dengan kekurangan finansial, ada yang diuji dengan keterbatasan fisik, atau bahkan diuji dengan kelebihan harta, jabatan, dan lain-lain.
Jadi, ujian itu normal, ujian itu wajar.

Dan penyesalan mungkin itu juga termasuk di dalam ujian yang diberikan Allah. Mari kita renungkan firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 115-157 yang artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan, cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar…”
Sebagian dari kita mungkin mampu bersabar dan ikhlas, disaat dia menerima ujian dari Allah dengan Hal yang menyenangkan. Tapi dengan hal sebaliknya, maka kebanyakan dari kita malah begitu sult menerimanya. Sehingga galau, terpukul, bersedih hati, meratapi nasib,  merasa tidak terima dan kehilangan berat, seharusnya tidak perlu kita alami.

Sekali lagi, masalahnya bukan dari mana Anda berasal, tapi mau ke mana Anda nanti.
Mau ke mana Anda nanti?
Jangan terhalang oleh kegalauan karna dapat IP tidak sesuai dengan yang kita harapkan, masa lalu kita, maupun keterbatasan. Tetapkan tujuan atau sasaran hidup kita, dan teruslah melangkah ke depan.

Terima kasih semoga bermanfaat dan bisa menjadi renungan yang positif, yang dapat membuat kita semakin bisa lebih maju, lebih baik dari sebelumnya. :)
Posting ini terkhusus untuk teman saya yang ter- A.L.A.F dan umumnya untuk kita semuanya. Hhii..