n


Kamis, 02 Februari 2012

Ayah ( Catatan Strawberry)

Terima kasih ya Allah, terima kasih Kau masih memberiku keluarga yang masih lengkap, walaupun kecil, sederhana, namun aku bahagia disini. Alhamdulillah. Sering aku kecewa, sering aku jengkel, sering pula aku marah padamu, mendiamkanmu ketika aku menginginkan sesuatu tapi tidak kau berikan. Aku merengek padahal umurku sudah lebih dari 10 tahun dan hampir 20 tahun. aku minta ini minta itu, tanpa memperdulikan kondisimu, minta hape 'Blackberry', 'Android', padahal aku sudah punya hape. Dengan alasan "teman-temanku hapenya 'Blackberry', 'Android' semua, nanti kalo aku masih pake hape jadul kayag gini mereka pasti ngucilin aku? Ayah tega, tega anakmu ini dihina temen2nya, trus dijauhin temen2nya?" Atagfirullah Malu aku, sudah tidak pantas bagiku melakukan hal seperti itu. Betapa bodohnya aku. Ayah maafkan aku.. maafkan aku ayah..

 : : : : : :: :: :: ::: : ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: : ::: :: :: :: : : : : :

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Suatu ketika tanpa sengaja, seorang gadis kecil melihat Ayahnya tengah mengusap-usap wajahnya sendiri yang nampak mulai keriput dengan badannya yang mulai sedikit bongkok, disertai dengan suara batuk yang begitu parau.

Gadis kecil itu lalu memberanikan diri untuk bertanya,

"Ayah... kenapa wajah Ayah kian hari kian keriput dengan badan yang kian membungkuk?"

Sang ayah yang sedang beristirahat di beranda rumah pun lalu menjawab singkat,

"Sebab Ayahmu ini laki-laki, Nak..."

Gadis kecil itu nampak bingung dan berguman dalam sendirinya,

"Saya ndak ngerti apa yang Ayah maksud...?"

Dengan kening berkerut, ia nampak termenung dalam kebingungannya. Namun Ayahnya hanya tersenyum sambil membelai rambut anaknya itu, lalu menepuk-nepuk pundaknya, kemudian berkata,

"Anakku, memang belum saatnya kamu mengerti banyak tentang lelaki..."

Demikianlah bisik sang Ayah, yang justru malah membuatnya semakin bingung.Karena perasaan ingin tahunya yang cukup besar, gadis kecil itu lalu menghampiri Ibunya dan bertanya,

"Ibu, kenapa wajah Ayah jadi keriput dan badannya kian hari kian membungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"

Ibunya pun menjawab,

"Anakku... jika seorang lelaki benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarganya, ya memang akan seperti itu nantinya..."

Hanya itu jawaban Ibunya. Gadis itupun semakin mengerutkan keningnya. Ia masih belum mengerti, apa maksud dari jawaban Ibunya tadi.

Hari pun berganti dan waktu kian berlalu... sekarang gadis kecil itu sudah besar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap masih bingung juga, mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang dulu tampan, sekarang jadi keriput dan badannya kian membungkuk?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi di satu tidurnya.

Dalam mimpinya itu seolah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali kata-katanya, yang ternyata itu adalah suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban atas kebingungannya selama ini.

"Saat Aku menciptakan seorang lelaki... Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi"

"Ku ciptakan untuknya bahu yang kuat dan berotot agar mampu membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya"

"Ku berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walau terkadang seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya"

"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram air hujan dan dihembus angin malam. Dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya. Dan yang selalu dia ingat adalah di saat semua anggota keluarga menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya"

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan, yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya, keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya"

"Ku berikan perasaan ulet dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, dalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara"

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya"

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi"

"Ku berikan keriput diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup dalam keluarga bahagia. Dan Ku jadikan badannya kian bongkok agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya"

"Ku berikan kepada lelaki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimilikinya, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan juga di akhirat nanti"

Tersentaklah gadis itu dan terbangun dari tidurnya. Segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh, setelah itu dia hampiri peraduan ayahnya. Ia dapati sang Ayah sedang bersujud dan barulah ketika ayahnya berdiri gadis itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"Ampuni anakmu ini Ayah...Sungguh aku bisa ikut merasakan betapa berat bebanmu selama ini...."

Jika saat ini Sang Ayah juga Ibu masih bisa menemani menjalani hidup ini, jangan pernah kalian sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya merasa tersanjung bahagia. Tapi bila Sang Ayah dan Ibu telah tiada, jangan putuskan tali silaturahmi yang telah dirintisnya, doakanlah agar Tuhan selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya, Amin."

Dia adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat dimata keluarga, bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal....~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

 : : : : : :: :: :: ::: : ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: : ::: :: :: :: : : : : :


Beruntunglah kita masih diberikan oleh Allah Ibu dan Ayah, yang senantiasa mendukung kita, walaupun tidak jarang kita selalu mangkir dari kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Ayah, sungguh besar pengorbananmu tidak pernah kau sampaikan kelelahanmu di depanku, tidak pernah kau jeritkan kesakitan yang kau rasakan di depan ku, tidak pernah kau mengeluh demi aku anakmu, kau rela menerima tamparan keras dunia demi melindungi aku anakmu. Maha Besar Allah menciptakan mahkluk kuat, tegar, teladan sepertimu. Allahu Akbar. Tidak ada alasan untukku meminta lebih darimu, karena ini lebih dari cukup. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mematuhimu. Maaf Ayah atas segala sikapku, tidak pernah menghargaimu atas segala pemberianmu yang bukan itungan materil saja tapi lebih dari itu. Engkau motivasiku aku kuliah disini. Terima kasih Ayah.. Terima kasih Ayah..Aku berjanji akan lebih baik.. Hukumlah aku jika aku salah, banyak tuntutan, tidak patuh.. Karena memang sudah lewat masanya bagiku untuk "menerima" sekarang saatnya bagiku untuk "memberi".. :)

Doa syukur nikmat kedua orang tua:

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
ROBBI AUZI'NII AN ASYKURO NI'MATAKALLATII AN'AMTA 'ALAYYA
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku
وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ
WA'ALAA WAALIDAYYA WA AN A'MALA SHOOLIHAN TARDLOOHU
dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridloi
وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
WA ADKHILNII BIRO_HMATIKA FII 'IBAADAKASH SHOOLI_HIIN
; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
(Q.S An-Naml juz;19 ayat;19 surat;27)


Terima kasih, semoga bisa menjadi renungan yang positif dan mempertebal rasa peka kita akan pengorbanan orang tua kita, Ayah dan Ibu.. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kita. Amin. :)
*catatan diambil dari: Strawberry -Arti lelaki bagi seorang Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar