Terima kasih ya Allah, terima kasih Kau masih memberiku keluarga yang masih lengkap, walaupun kecil, sederhana, namun aku bahagia disini. Alhamdulillah. Sering aku kecewa, sering aku jengkel, sering pula aku marah padamu, mendiamkanmu ketika aku menginginkan sesuatu tapi tidak kau berikan. Aku merengek padahal umurku sudah lebih dari 10 tahun dan hampir 20 tahun. aku minta ini minta itu, tanpa memperdulikan kondisimu, minta hape 'Blackberry', 'Android', padahal aku sudah punya hape. Dengan alasan "teman-temanku hapenya 'Blackberry', 'Android' semua, nanti kalo aku masih pake hape jadul kayag gini mereka pasti ngucilin aku? Ayah tega, tega anakmu ini dihina temen2nya, trus dijauhin temen2nya?" Atagfirullah Malu aku, sudah tidak pantas bagiku melakukan hal seperti itu. Betapa bodohnya aku. Ayah maafkan aku.. maafkan aku ayah..
: : : : : :: :: :: ::: :
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
: ::: :: :: :: : : : : :
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Suatu ketika tanpa sengaja, seorang
gadis kecil melihat Ayahnya tengah mengusap-usap wajahnya sendiri yang
nampak mulai keriput dengan badannya yang mulai sedikit bongkok,
disertai dengan suara batuk yang begitu parau.
Gadis kecil itu lalu memberanikan diri untuk bertanya,
"Ayah... kenapa wajah Ayah kian hari kian keriput dengan badan yang kian membungkuk?"
Sang ayah yang sedang beristirahat di beranda rumah pun lalu menjawab singkat,
"Sebab Ayahmu ini laki-laki, Nak..."
Gadis kecil itu nampak bingung dan berguman dalam sendirinya,
"Saya ndak ngerti apa yang Ayah maksud...?"
Dengan
kening berkerut, ia nampak termenung dalam kebingungannya. Namun
Ayahnya hanya tersenyum sambil membelai rambut anaknya itu, lalu
menepuk-nepuk pundaknya, kemudian berkata,
"Anakku, memang belum saatnya kamu mengerti banyak tentang lelaki..."
Demikianlah
bisik sang Ayah, yang justru malah membuatnya semakin bingung.Karena
perasaan ingin tahunya yang cukup besar, gadis kecil itu lalu
menghampiri Ibunya dan bertanya,
"Ibu, kenapa wajah Ayah
jadi keriput dan badannya kian hari kian membungkuk ? Dan sepertinya
Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"
Ibunya pun menjawab,
"Anakku... jika seorang lelaki benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarganya, ya memang akan seperti itu nantinya..."
Hanya
itu jawaban Ibunya. Gadis itupun semakin mengerutkan keningnya. Ia
masih belum mengerti, apa maksud dari jawaban Ibunya tadi.
Hari
pun berganti dan waktu kian berlalu... sekarang gadis kecil itu sudah
besar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap masih bingung juga,
mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang dulu tampan, sekarang
jadi keriput dan badannya kian membungkuk?
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi di satu tidurnya.
Dalam
mimpinya itu seolah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali kata-katanya, yang ternyata itu adalah suatu rangkaian kalimat
sebagai jawaban atas kebingungannya selama ini.
"Saat Aku
menciptakan seorang lelaki... Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga
serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa
akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman, teduh dan terlindungi"
"Ku ciptakan untuknya bahu
yang kuat dan berotot agar mampu membanting-tulang menghidupi seluruh
keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi
seluruh keluarganya"
"Ku berikan kemauan padanya agar
selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan
keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak
terlantar, walau terkadang seringkali dia mendapat cercaan dari
anak-anaknya"
"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang
akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan
kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan
badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram air hujan dan
dihembus angin malam. Dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi
keluarganya. Dan yang selalu dia ingat adalah di saat semua anggota
keluarga menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari
jerih-payahnya"
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta
kesungguhan, yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan
membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap
perjalanan hidupnya, keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya"
"Ku
berikan perasaan ulet dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai
dan mengasihi keluarganya, dalam suasana dan situasi apapun juga,
walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai
hatinya.Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan
perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.
Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat
dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi
dan saling mengasihi sesama saudara"
"Ku berikan
kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan
kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,
walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya"
"Ku
berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan
pengetahuan dan menyadarkan, bahwa istri yang baik adalah istri yang
setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa
menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun
duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan,
sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi"
"Ku
berikan keriput diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu
senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan
cara agar keluarganya dapat hidup dalam keluarga bahagia. Dan Ku jadikan
badannya kian bongkok agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang
bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya,
kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya"
"Ku
berikan kepada lelaki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga,
sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Dan hanya inilah kelebihan yang dimilikinya, walaupun sebenarnya
tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan juga di akhirat nanti"
Tersentaklah
gadis itu dan terbangun dari tidurnya. Segera dia berlari, berlutut dan
berdoa hingga menjelang subuh, setelah itu dia hampiri peraduan
ayahnya. Ia dapati sang Ayah sedang bersujud dan barulah ketika ayahnya
berdiri gadis itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.
"Ampuni anakmu ini Ayah...Sungguh aku bisa ikut merasakan betapa berat bebanmu selama ini...."
Jika
saat ini Sang Ayah juga Ibu masih bisa menemani menjalani hidup ini,
jangan pernah kalian sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya merasa
tersanjung bahagia. Tapi bila Sang Ayah dan Ibu telah tiada, jangan
putuskan tali silaturahmi yang telah dirintisnya, doakanlah agar Tuhan
selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya, Amin."
Dia adalah
sosok yang harus selalu terlihat kuat dimata keluarga, bahkan ketika
dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan
saat dia ingin memanjakanmu.
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal....~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN
HATI MENUJU RIDHA
ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah
wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta
Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
: : : : : :: :: :: ::: :
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
: ::: :: :: :: : : : : :
Beruntunglah kita masih diberikan oleh Allah Ibu dan Ayah, yang senantiasa mendukung kita, walaupun tidak jarang kita selalu mangkir dari kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Ayah, sungguh besar pengorbananmu tidak pernah kau sampaikan kelelahanmu di depanku, tidak pernah kau jeritkan kesakitan yang kau rasakan di depan ku, tidak pernah kau mengeluh demi aku anakmu, kau rela menerima tamparan keras dunia demi melindungi aku anakmu. Maha Besar Allah menciptakan mahkluk kuat, tegar, teladan sepertimu. Allahu Akbar. Tidak ada alasan untukku meminta lebih darimu, karena ini lebih dari cukup. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mematuhimu. Maaf Ayah atas segala sikapku, tidak pernah menghargaimu atas segala pemberianmu yang bukan itungan materil saja tapi lebih dari itu. Engkau motivasiku aku kuliah disini. Terima kasih Ayah.. Terima kasih Ayah..Aku berjanji akan lebih baik.. Hukumlah aku jika aku salah, banyak tuntutan, tidak patuh.. Karena memang sudah lewat masanya bagiku untuk "menerima" sekarang saatnya bagiku untuk "memberi".. :)
Doa syukur nikmat kedua orang tua:
رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
ROBBI AUZI'NII AN ASYKURO NI'MATAKALLATII AN'AMTA 'ALAYYA
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku
وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ
WA'ALAA WAALIDAYYA WA AN A'MALA SHOOLIHAN TARDLOOHU
dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridloi
وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
WA ADKHILNII BIRO_HMATIKA FII 'IBAADAKASH SHOOLI_HIIN
; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
(Q.S An-Naml juz;19 ayat;19 surat;27)
Terima kasih, semoga bisa menjadi renungan yang positif dan mempertebal rasa peka kita akan pengorbanan orang tua kita, Ayah dan Ibu.. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kita. Amin. :)
*catatan diambil dari: Strawberry -Arti lelaki bagi seorang Ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar